Suela, Lombok Timur — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dari Universitas Mataram melaksanakan program sosialisasi dan penerapan komposter ember sebagai solusi pengelolaan sampah organik rumah tangga di Desa Suela.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 15 Januari 2026, berupa sosialisasi, penyuluhan, serta praktik pembuatan komposter ember. Tahap kedua digelar pada 29 Januari 2026 dengan agenda pemaparan hasil pengolahan komposter. Kegiatan tersebut bertempat di Kantor Camat Kecamatan Suela dan UPT Pertanian Suela.
Pada tahap sosialisasi dan praktik, materi disampaikan oleh narasumber dari Unit Pertanian dan Penyuluhan (UPP) Kecamatan Suela, yakni Nur Ali, SP. dan Lalu Suparlan, SP., M.Si. Sementara pada pemaparan hasil komposter ember, materi disampaikan oleh Nur Ali, SP. dan Sahabuddin, SP. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga sebagai peserta utama.
Ketua KKN PMD UNRAM Desa Suela Periode 2025–2026, Muh. Nidzam, menjelaskan bahwa program ini bertujuan mengurangi volume sampah dapur yang kerap dibuang sembarangan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
“Program ini bertujuan untuk mengurangi pembuangan sampah dapur secara sembarangan serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan,” ujar Nidzam dalam sambutannya (15/01/2026).
Komposter ember merupakan alat sederhana yang memanfaatkan ember plastik bekas untuk mengolah sampah organik rumah tangga, seperti sisa sayuran dan buah-buahan. Proses ini menghasilkan dua produk utama, yakni kompos padat dan pupuk cair (air lindi) yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di pekarangan rumah.
Menurut Nur Ali, kompos padat dari komposter ember memiliki keunggulan dibandingkan pupuk instan.
“Kompos padat dari sisa sampah rumah tangga mengandung empat unsur hara, sementara pupuk instan umumnya hanya memiliki satu unsur hara utama,” jelasnya saat pemaparan hasil (29/01/2026).
Kompos organik rumah tangga mengandung nitrogen (N) yang mendukung pertumbuhan daun dan batang, fosfor (P) untuk perkembangan akar dan pembungaan, kalium (K) yang meningkatkan ketahanan tanaman, serta karbon organik yang berperan memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme. Berbeda dengan pupuk instan yang bekerja cepat namun bersifat jangka pendek, kompos organik melepaskan unsur hara secara bertahap sehingga lebih ramah lingkungan dan menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.
Sekretaris Desa Suela, Muhammad Hirsan, S.Pd., turut mengapresiasi program yang digagas mahasiswa KKN tersebut. Ia menilai persoalan sampah organik perlu ditangani secara serius dan dapat dimulai dari sektor rumah tangga.
“Sangat bagus, berangkat dari masalah sampah. Kita mulai dari sampah rumah tangga dengan melibatkan ibu-ibu, karena merekalah yang paling dekat dengan pengelolaan sampah sehari-hari,” ujarnya (29/01/2026).
Masyarakat Desa Suela pun menyambut positif kegiatan ini karena dinilai praktis dan ekonomis. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, hasil komposter ember dapat langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian skala rumah tangga.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UNRAM berharap masyarakat Desa Suela dapat terus menerapkan pengelolaan sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan demi mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan lestari.



