SELASWARA – Unit Pop-Punk/Punk Rock asal Mataram, Albert In Space, resmi mengumumkan fase lanjutan perjalanan musikal mereka melalui tur bertajuk “Supercluster” yang akan berlangsung pada Januari 2026. Tur ini menjadi kelanjutan dari Elevation, sebuah fase yang sebelumnya digelar di rumah sendiri—Mataram dan Praya—sebagai ruang pembacaan awal atas relasi musik, ruang, dan pendengar.
Jika Elevation hadir sebagai upaya mengambil jarak untuk membaca dinamika kehidupan, maka Supercluster bergerak ke arah sebaliknya: memperluas orbit dan mempertemukan lebih banyak titik dalam satu lintasan. Masih menggunakan semesta sebagai bahasa, Supercluster dipahami sebagai gugusan besar—kumpulan sistem yang saling terikat oleh satu gaya tarik. Dalam konteks ini, musik menjadi gravitasi yang menghubungkan, bukan sekadar bunyi yang dilepas ke ruang hampa.
Melalui tur ini, Albert In Space memperluas perjalanannya ke Pulau Jawa dengan menyambangi empat kota: Jakarta, Pamulang, Bandung, dan Yogyakarta. Perluasan ini tidak hanya dimaknai sebagai ekspansi geografis, tetapi juga sebagai uji resonansi—bagaimana karya yang lahir dari ruang rumah bertemu dengan ruang dengar yang lebih padat, beragam, dan memiliki sejarah skena yang panjang.
Bagi unit musik yang tumbuh dari Lombok, perjalanan menuju Jawa juga membawa makna tersendiri. Ia bukan sekadar soal “menyeberang pulau”, melainkan pertemuan antara dua lanskap skena yang berbeda: Lombok dengan gerak yang lebih intim dan kolektif, serta Jawa dengan kepadatan, dinamika, dan lalu lintas musik yang lebih kompleks. Supercluster menjadi ruang temu di antara keduanya—bukan untuk membandingkan, tetapi untuk saling membaca dan saling mendengar.
Tur Supercluster dirancang sebagai ruang pertemuan kolektif. Albert In Space memposisikan pertunjukan live bukan sekadar sebagai perayaan atau rutinitas tur, melainkan sebagai momen intens di mana musik bekerja sebagai daya tarik: mengumpulkan pendengar lama dan pendengar baru ke dalam pengalaman yang sama, pada waktu dan ruang yang sama.
Dalam rangkaian penampilannya, Albert In Space akan membawakan materi dari dua album utama mereka, Nom-de-Guerre (2020) dan ¿QUO VADIS? (2025). Setlist disusun sebagai lintasan perjalanan waktu—mempertemukan energi mentah dari fase awal dengan pendekatan yang lebih reflektif dan matang pada fase terkini. Dua periode ini dirangkai bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk disambungkan, membentuk narasi live yang intens dan emosional.
Tur ini juga didukung oleh berbagai kolektif, ruang, dan media yang berperan sebagai supporting engines, menegaskan bahwa Supercluster bukan perjalanan tunggal. Kehadiran mereka memperlihatkan bagaimana pergerakan musik hari ini dibangun melalui kerja bersama—saling menopang, saling membuka ruang, dan bergerak dalam orbit yang saling terhubung.
Melalui Supercluster, Albert In Space menegaskan bahwa perjalanan musik mereka tidak berhenti pada satu fase atau satu titik. Tur ini menjadi penanda ketika lintasan mulai meluas, dan musik bekerja sebagai gaya tarik yang mempertemukan banyak orbit dalam satu pergerakan.
Dan mungkin, seperti halnya gugusan besar di semesta, yang membuat perjalanan ini berarti bukan seberapa jauh ia melaju, melainkan seberapa lama daya tarik itu mampu bertahan—menjaga hubungan antara bunyi, ruang, dan manusia yang terus bergerak di dalamnya.
Januari 2026, Albert In Space bergerak.
Gravitasi mulai bekerja.
Info Singkat
Albert In Space — Supercluster Tour 2026
🗓 Januari 2026
📍 Jakarta
📍 Pamulang
📍 Bandung
📍 Yogyakarta

