Sastra & Seni Budaya

Adeva Devayoni Hadirkan Kolaborasi Lintas Nusantara di Teater Taman Budaya NTB

Mataram — Panggung Teater Tertutup Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Sabtu, 7 Februari 2026, menjelma menjadi “Indonesia kecil”. Melalui pertunjukan...

Written by redaksi.selaswara · 1 min read >

Mataram — Panggung Teater Tertutup Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Sabtu, 7 Februari 2026, menjelma menjadi “Indonesia kecil”. Melalui pertunjukan bertajuk Nusa Antara, Sanggar Adeva Devayoni menghadirkan kolaborasi seni lintas daerah yang merayakan keberagaman budaya Nusantara dalam satu panggung kolosal.

Berbasis di Lombok Barat, Sanggar Adeva Devayoni dikenal aktif dalam pelestarian dan eksplorasi seni tradisi maupun kontemporer. Dalam pergelaran kali ini, mereka berkolaborasi dengan Sanggar Kusuma Cakranegara Kota Mataram serta sejumlah seniman dari Kulonprogo (Yogyakarta), Ponorogo (Jawa Timur), Sumatera Barat, hingga Kepulauan Riau Press Releas Nusa Antara.

Nusa Antara dihadirkan sebagai representasi persatuan dalam keberagaman. Melalui narasi yang merawat identitas lokal tiap daerah, pertunjukan ini tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga ruang edukasi—khususnya bagi generasi muda—untuk memahami kekayaan seni tari Nusantara Press Releas Nusa Antara.

Sebanyak dua belas tarian ditampilkan dalam format kolaborasi tari dan teater di bawah arahan sutradara Majas Pribadi. Di antaranya Tari Nyesek Maras (Sumbawa), Tari Ruwai (Kalimantan), Tari Mamaq Genyeng (Lombok) garapan Ari Devayoni, Legong Mahawidya (Bali), Bujang Ganong (Ponorogo), Angguk Jos (Yogyakarta), Jaran Jogang (eksperimen Adeva Devayoni), Kinanti Laras (Betawi), Moyang Serage (Kepulauan Riau), dan Rampak Galembong (Sumatera Barat) Press Releas Nusa Antara.

Selain karya tradisi, ditampilkan pula garapan kontemporer The Kali yang merefleksikan situasi politik Indonesia masa kini, serta modern dance sebagai upaya memperluas wawasan generasi muda terhadap perkembangan seni tari nasional Press Releas Nusa Antara. Pertunjukan turut diperkaya dengan penampilan Choir dari SMPK Kusuma Mataram yang membawakan enam lagu, di antaranya Merajut Mimpi, Janger, Kadal Nongak, Soleram, Cublak-Cublak, dan Kampuang Nan Jauah di Mato Press Releas Nusa Antara.

Project Director Nusa Antara sekaligus Ketua Sanggar Adeva Devayoni, Ni Putu Ari Handayani, menyampaikan bahwa proses persiapan berlangsung selama enam bulan dengan dukungan berbagai pihak yang peduli terhadap perkembangan seni tari di NTB Press Releas Nusa Antara. Dukungan tersebut datang dari PT Hidronav, PT BMP Drill, SMPK Kusuma Mataram, orang tua murid, serta mitra kreatif seperti Organic Mind (desain grafis), Goodnizer (tata cahaya), Classy Visual, dan LARVINC Lombok Art Visual (dokumentasi dan promosi) Press Releas Nusa Antara.

Pertunjukan berdurasi hampir tiga jam ini turut disaksikan sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat, Hirman Zulkarnain, S.Pd., M.M., yang mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap Nusa Antara menjadi barometer gerak komunitas seni di Lombok Barat Press Releas Nusa Antara. Hadir pula Kepala Taman Budaya NTB Lalu Suryadi Mulawarwan, S.Sn., M.M., Kepala Dinas Perhubungan Lombok Barat Drs. M. Hendryadi, serta Kasi Ekraf Dinas Pariwisata Lombok Barat Umi Cecilia, S.Sn. Press Releas Nusa Antara.

Melalui Nusa Antara, Adeva Devayoni tidak hanya menampilkan ragam tari Nusantara, tetapi juga merawat ruang temu lintas daerah—sebuah panggung yang memperlihatkan bahwa perbedaan bukan sekadar dirayakan, melainkan dijahit menjadi satu narasi kebudayaan yang utuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *